Rabu, 01 Mei 2013

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL.



 by : Hantus Hutagalung
MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL.

Mengucap syukurlah dalam segala hal,  sebab itulah yang yang  dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. ( 1 Tesalonika 5 : 18 )

          Firman Tuhan ini  mengajarkan,  bagaimana  kita “ meresponi, bereaksi  ” untuk menghadapi segala  sesuatu yang terjadi dengan kita,  dengan kata lain Firman ini mengatakan  “ Responilah segala hal dengan ucapan syukur”.

Respon kita terhadap apa yang terjadi dalam hidup kita,  itu sangat ditentukan oleh perasaan-perasaan kita.  Perasaan itu sendiri adalah :  “ respon yang kita pelajari, “  jadi  kita harus  belajar menangani, mengatasi , mengoreksi  perasaan – perasaan  kita dengan  benar  sesuai  dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan.
  Reaksi atau respon  apa yang kita pakai  untuk menghadapi sesuatu yang terjadi ?,Itu sebabnya kalau kita membangun perasaan positif maka kita berespon dengan postif (benar),   perasaan negative menghasilkan respon  yang negatif ( salah).

Firman Tuhan tertulis dalam Filipi 2 : 5 “ Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus “.  Kita harus belajar  mengenal  perasaan  Kristus Yesus Tuhan kita dan menaruh atau meletakkan perasaan- NYa itu dalam jiwa kita, dengan  demikian kita akan merespon  segala sesuatu  dengan ucapan syukur seperti Yesus Tuhan kita yang selalu mengucap syukur.  Perasaan kita akan tajam , tidak akan menyerah pada keadaan , masalah dan keinginan daging. ( Ef 4 : 19 - 20 )

·         Selalu mengucap syukur adalah kehendak ( kerinduan )Allah bagi kita

         Selalu  mengucap  syukur  membuat hidup kita makin  sehat, hubungan kita dengan Tuhan makin sehat semakin mendalam , hubungan kita dengan saudara- saudara kita juga makin sehat , tetapi persungutan ( mengeluh ) membuat hubungan- hubungan kita menjadi rusak , kita lihat saja dalam alkitab, bangsa Israel yang bersungut- sungut karena  air minum dan  makanan (keinginan daging ),  merreka bertengkar dengan Musa, hubungan mereka  jadi rusak.
         Jadi  kalau hubungan kita rusak hidup kita pun tidak sehat.  Firman Tuhan dalam Mazmur 50 : 23a, siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku, selalu bersyukur berarti selalu memuliakan Tuhan,  tidak bersyukur  tidak memuliakan Tuhan itu artinya hubungan kita tidak sehat  dengan Tuhan.

·         Mengucap syukur menghasilkan mujizat. 

         Dengan  kuasa  pengucapan syukur Tuhan Yesus bisa memberi makan lima ribu orang, Yohanes 6 : 11 – 12, Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi – bagikannya kepeda mereka yang ada disitu,  demikian juga dibuatNya dengan  ikan – ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.  Dan setelah mereka kenyang  Ia berkata kepada murid- muridNya : “ Kumpulkanlah potongan- potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.
          Mujizat kuasa pengucapan syukur selalu dimulai dengan apa yang ada pada kita,  kalau hari ini kita masih tinggal dirumah kontrakkan,  usaha kita masih kecil,  keuangan kita masih krisis, pekerjaan kita masih biasa – biasa, kebutuhan kita besar yang ada sangat terbatas. Tuhan mengajarkan supaya kita mulai dengan  mengucakan syukur dan lihatlah pekerjaan Tuhan.

·         Mengucap Syukur  melalui  Kristus Yesus  melepaskan kita dari tawanan hukum dosa.

Semua manusia  sudah ditawan oleh hukum dosa,  Rasul Paulus  bergumul  bagaimana ia bisa dilepaskan dari hal ini.  Aku, manusia celaka !  siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita ( Roma 7 : 24 – 25 ).  Kuasa pengucapan syukur  melalui Yesus Kristus akan membebaskan  hidup kita dalam kehendak Tuhan.

Mari  kita kelilingi hidup kita dengan ucapan Syukur,  dengan demikian  kita sedang menempatkan diri kita didalam  kehendak Tuhan, dan kita tahu, bahwa  Tuhan hanya bekerja sesuai dengan kehendak-Nya. Nantikanlah  dan percayalah.

Puji Tuhah, Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar